Pertemuan dengan Ayah.

1080 Words

Halaman depan gedung, mobil Aksa yang baru saja keluar segera berganti dengan sebuah sedan hitam yang masuk melewati gerbang. Gedung Diamantan Akuntan Publik tampak megah siang itu. Lobi yang luas, lantai marmer berkilau, dan dinding kaca yang memantulkan cahaya membuat suasana tampak dingin sekaligus berwibawa. Ferdy menggenggam tangan Zola erat saat mereka berjalan melewati resepsionis. Gadis itu berusaha menyembunyikan kegugupannya, tapi genggaman Ferdy terasa menenangkan. “Pak Dio sudah menunggu di ruang rapat utama,” ujar seorang staf dengan sopan. Zola mengangguk kaku. Ferdy hanya tersenyum singkat, lalu mengajaknya masuk ke lift. Sepanjang perjalanan ke lantai yang dimaksud, Zola tak henti-hentinya menggigit bibir bawahnya. Saat pintu lift terbuka, mereka melihat seorang pria b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD