“Mbak, kenalin ini Ferdy. Dia … orang yang selama ini jagain aku.” Rani menatap Ferdy dari ujung kepala sampai kaki, lalu senyum nakalnya merekah. “Ohhh … jadi ini toh, calon suami Non? Wah, pantesan aja Non berani pulang. Kalau dijagain Mas Ferdy, saya juga yakin Non bakal aman.” “Mbak!” Zola protes, wajahnya merona. “Belum .…” Ferdy justru terkekeh, mengangguk sopan. “Makasih, Mbak. Doanya aja biar cepat resmi.” Zola mencubit pinggangnya pelan, tapi Ferdy hanya tersenyum puas. *** Setelah beberapa percakapan ringan dengan Rani, Zola akhirnya mengajak Ferdy naik ke lantai dua. Mereka melewati koridor panjang, hingga berhenti di sebuah pintu bercat putih gading. Zola membuka perlahan, memperlihatkan interior kamar yang membuat Ferdy terdiam. Semuanya serba putih. Dari sprei, gorden,

