(++) Ronde Kedua.

1180 Words

“Aku … aku … suka begini ….” Ferdy kehilangan kendali mendengar pengakuan itu. Ia menarik Zola sedikit, membuat tubuh gadis itu bertumpu pada kepala ranjang sementara pinggulnya tetap terangkat. Posisi baru itu membuatnya bisa masuk lebih dalam lagi. Zola menjerit keras, tangisannya bercampur dengan tawa kecil histeris karena sensasi yang terlalu intens. “Ahhh … Ferdyyy … aku—aku hancur ….” “Terus nakmati, Sayang,” geram Ferdy, nadanya penuh d******i tapi juga kelembutan tersembunyi. “Aku mau kamu ingat, cuma aku yang bisa bikin kamu begini.” Tubuh mereka basah oleh keringat, suara kulit bertemu kulit bergema memenuhi ruangan. Zola sudah kehilangan hitungan, berapa kali tubuhnya bergetar hebat di bawah gempuran Ferdy. Nafas Ferdy kian berat, gerakannya makin tak beraturan, tanda ia ju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD