Pindah Sementara.

1023 Words

Mata Zola mulai memanas. Hatinya tercekat mendengar penekanan di suara Ferdy. Ia tahu pria itu tulus, meski terkadang caranya keras. “Aku ngerti, Fer. Aku tahu kamu peduli. Aku … aku malah lega kamu ada di sini.” Ferdy mengangguk pelan. “Syukurlah.” Mereka berdua mulai berkemas. Tidak banyak barang Zola yang harus dibawa, hanya beberapa pakaian baru yang mereka beli kemarin, serta totebag cokelat yang sudah penuh dengan kenangan pahit—ponsel, dompet, dan beberapa dokumen penting. Sementara Ferdy mengambil laptop, map kerja, dan ponselnya yang sudah penuh notifikasi dari tim proyek. Perjalanan ke Rumah Kedua berlangsung dengan sunyi di awal. Mobil SUV Ferdy melaju stabil menembus jalan kota yang masih pagi. Zola duduk di kursi penumpang dengan tatapan kosong ke luar jendela. Jemarinya me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD