Bersama Mama Jani

2609 Words

"Iya, Tante.." jawab Nadira dengan tersenyum. Entah apa nama senyumnya... senyum gugup atau senyum lega atau senyum tujuh detik, entahlah. Yang jelas sekarang mereka sedang cipika-cipiki sambil disaksikan yang lainnya. Nadira merasa pipinya seperti menegang sendiri, bukan karena malu, tapi karena ia terlalu lama menahan senyum supaya tidak terlihat panik. Setelah itu Nadira menyalami yang lain sambil diperkenalkan oleh Mama Jani. "Ini Tante Jeje, dan ini suaminya, Om Wika ... Kakaknya Om Owka yang paling besar." Lalu beralih ke Sophie, "Ini Aunty Sophie, istri sepupu Om juga." Senyum Nadira makin kaku, makin tipis, makin seperti emotikon yang hanya menampilkan garis lurus. Ia mengangguk-angguk sopan meskipun dalam hati tidak yakin wajah-wajah ini pernah ia lihat. Mungkin waktu acara pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD