Bian baru saja mendarat di Bandar Udara Soekarno-Hatta setelah menjalani tugas terbang selama enam jam hari itu. Hari masih sore ketika ia tiba di Flops. Badannya terasa lelah, tapi ada semacam energi baru yang membuat langkahnya ringan dan energi yang hanya muncul kalau pikirannya sedang tertuju pada satu hal, Nadira. Sebelum pulang, ia mampir ke ruang scheduling. Ada satu hal penting yang harus ia pastikan. Ia mengetuk pintu, lalu melongok sedikit. "Mas, jadwal cuti aku udah turun belum?" tanyanya sambil sedikit mencondongkan tubuh. Petugas scheduling memeriksa monitor. "Sebentar, ya, Mas Bian." Beberapa detik kemudian, layar itu menampilkan kalender penuh warna - warnanya para crew. Ada nama Bian, baris ketiga dari atas. Dan di sana, blok tiga minggu mulai tanggal 10 sudah kosong.

