Nadira Ingin Pingsan

2554 Words

Setelah menempuh total delapan belas jam penerbangan, mulai dari Jakarta, transit di Dubai, hingga akhirnya mendarat di Skotlandia, Bian menarik napas panjang ketika pintu pesawat terbuka. Akhirnya ia tiba juga di tempat Nadira. Cuaca disini sedang cerah. Udara Edinburgh masih cukup dingin bagi orang yang biasa hidup di negara tropis, bahkan disaat peralihan musim semi ke musim panas begini, namun tetap terasa segar langsung menyergap wajahnya. Musim semi sudah memasuki penghujung memberi kesan lembap tapi bercampur wangi rumput basah. Matahari sangat terik,karen sekarang sudah pertengahan hari. Walaupun tubuhnya lelah, tapi semangat Bian tidak kendur sedikitpun untuk bertemu pacarnya. "Sebentar lagi, Nad …" gumamnya pelan. Begitu melewati imigrasi dan mengambil koper hitamnya, Bian b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD