Bertemu Lagi

1211 Words

“Rangga, please… aku nggak apa-apa. Kamu fokus sama pekerjaan kamu dulu, oke? Jangan sampai kerjaan kamu terbengkalai karena aku,” ucap Vita sambil bersandar di kusen pintu, mencoba tersenyum meski tahu tatapan lelaki itu dipenuhi kekhawatiran. Rangga berdiri di ruang tengah apartemen, masih dengan ID card kantor yang tergantung di leher, napasnya tampak sedikit terburu-buru seolah langsung berlari ke sini setelah mendapat kabar. “Kamu yakin?” tanyanya, nada suaranya pelan namun tegas. “Aku dapat surat tugas mendadak. Sebulan penuh di Australia. Ibumu juga sudah pulang kampung. Kamu sendirian di sini, Vit. Aku… nggak tenang.” Vita berjalan ke sofa dan duduk, menepuk tempat kosong di sebelahnya. Rangga mendekat, namun wajahnya tetap terlihat tak yakin. “Rangga, dengar aku.” Ia menatap sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD