Pria Jahat

1299 Words

Kabar bahwa Vita mengalami amnesia tentu saja cepat menyebar ke seluruh keluarga Montegard dan sampai juga ke telinga Lucien. Alih-alih murka, lelaki tua itu justru tersenyum puas. Ia menganggapnya sebagai keadilan alamiah, hukuman yang pantas bagi gadis yang telah “merusak” cucunya. Sore itu, di beranda belakang mansion yang menghadap taman mawar, Lucien duduk di kursi rotan dengan selimut wol di pangkuannya. Di sampingnya, tongkat emas bertumpu di lengan kursi. Ia menyesap teh Earl Grey perlahan, menatap matahari yang mulai turun di ufuk barat. “C’est parfait…” gumamnya pelan, sudut bibirnya terangkat dingin. “Akhirnya Tuhan masih berpihak pada nama Montegard.” Sang ajudan menunduk di belakang, menunggu perintah. “Katakan pada Dhika dan istrinya,” ujar Lucien, nada suaranya berat tap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD