Jerat yang Mengikat

1075 Words

Shanaya tahu ia sedang menang. Ia melanjutkan pijatannya, kini lebih sensual, seolah setiap tekanan jarinya mengirimkan sinyal ke seluruh saraf Arga. “Kamu terlalu keras pada dirimu sendiri. Kamu pantas mendapat pelarian … sedikit saja, untuk mengembalikan tenagamu.” Arga membuka mata, menatap layar yang kini buram. Kepalanya penuh dilema. Rasionalitasnya berteriak untuk menghentikan semua ini, namun egonya—dan kesepiannya—justru menyeretnya lebih dalam. “Shanaya ….” Suaranya serak, nyaris tidak terdengar. Wanita itu berjongkok di sisi kursi, menatap wajah Arga dari dekat. Senyumnya samar, namun matanya bersinar penuh keyakinan. “Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa. Cukup biarkan aku ada di sampingmu.” Mereka saling menatap dalam diam. Ruangan itu seakan terisolasi dari dunia luar, han

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD