Kurang yang Melebar.

1034 Words

Arga menghela napas kasar, suaranya mulai terdengar seperti orang yang kehabisan kesabaran. “Kamu selalu membawanya ke ranah pribadi. Aku melakukan ini untuk masa depan kita. Untuk keluarga kita juga. Kamu pikir dari mana semua kenyamanan ini datang? Dari kerja keras dan keputusan sulit semacam ini.” Nayara berdiri, tubuhnya gemetar menahan emosi. Ia menatap Arga dengan sorot mata penuh luka. “Jangan bilang semua ini untukku, Mas. Karena jelas-jelas kamu melakukannya untuk dirimu sendiri. Kalau benar demi keluarga, kamu tidak akan membuat istrimu terlihat seperti orang asing di rumah sendiri. Kamu tidak akan membiarkan anak-anak bingung melihat ayah mereka berjalan bersama wanita lain.” Kalimat itu seperti palu godam. Arga terdiam sesaat, bahunya menegang. Namun egonya masih terlalu besa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD