Awal Mula Api.

1063 Words

Hari itu, jadwal Arga padat. Rapat dengan investor di pagi hari, makan siang dengan mitra lama, lalu presentasi proyek baru di sore hari. Semua berjalan sesuai rencana, tapi pikirannya terus melayang pada satu hal: pertemuan dengan Shanaya. Pesan singkat sudah ia kirim semalam. Tinggal menunggu balasan Shanaya soal waktu dan tempat. Siang hari, ponselnya bergetar. Shanaya: “Sore ini di kafe Aurora, jam lima. Jangan terlambat.” Arga menatap layar lama. Hatinya seperti ditarik ke dua arah. Di satu sisi, ia tahu tidak seharusnya pergi. Ia bisa mengabaikan pesan itu. Bisa pura-pura sibuk. Tapi di sisi lain, rasa ingin tahu terus membakar. “Apa sebenarnya yang dia mau? Apa hanya sekadar nostalgia, atau ada sesuatu yang lebih?” Pertanyaan itu seperti kail yang sudah menancap, tak mudah di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD