Terus Terbayang.

1409 Words

Arga mengangguk, lalu meraih selimut yang tergelincir dan menyelimuti tubuh Nayara lebih rapat. Dalam hatinya, ada kalimat yang ingin sekali ia ucapkan: “Aku mencintaimu. Aku tidak akan pergi ke mana pun.” Tapi lidahnya kelu, hatinya terikat oleh bayangan Shanaya, oleh dosa yang baru saja ia perbuat. Yang keluar hanya kalimat singkat, “Istirahatlah.” Nayara menutup mata lagi, namun hatinya berdenyut resah. Ia bisa merasakan sesuatu yang berbeda. Ada aroma samar yang menempel di jas suaminya—parfum asing, bukan miliknya. Wangi itu halus, floral dengan sentuhan musk yang mewah, jelas bukan aroma rumah ini. Hidung Nayara mencatatnya, meski bibirnya tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya berbaring diam, menunggu kehangatan yang tak kunjung ia rasakan. Arga berdiri. Ia berjalan ke arah kamar, m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD