Malam di Balik Gala Bisnis.

1076 Words

Shanaya. Gaun merah menyala melingkari tubuhnya dengan pas, menonjolkan lekuk tubuh yang tak pernah gagal membuat kepala menoleh. Rambut hitam panjangnya digelung anggun, bibir merahnya berkilau di bawah cahaya lampu kristal. Dan tatapan matanya—tajam, penuh arti, langsung menancap ke d**a Arga. Ia berdiri di sana, tidak menunggu Arga mendekat, melainkan seolah menuntut dunia untuk menyeret Arga ke arahnya. Shanaya melangkah dengan percaya diri. Hak tingginya beradu dengan lantai marmer, dentingnya terdengar di antara alunan musik. Ia berhenti tepat di depan Arga. “Arga,” sapanya, dengan senyum yang lebih mirip tantangan. “Aku tahu kamu akan datang. Aku menunggumu.” Arga menegakkan punggung, berusaha menjaga jarak. “Shanaya, kita sudah sepakat. Jangan membuat keributan.” Tawa kecil l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD