Tuduhan Seorang Ibu.

1159 Words

Siang itu, rumah keluarga Arga dipenuhi aroma masakan dari dapur. Mbok Darmi sibuk menyiapkan makan siang, sementara Shaila dan Dharma sedang bermain di ruang keluarga. Nayara yang baru saja pulang dari butik masih mengenakan pakaian kerjanya—blus krem dengan rok pensil hitam. Rambutnya ia sanggul seadanya, wajahnya terlihat lelah, tapi ia berusaha tetap tersenyum demi anak-anak. Baru saja ia hendak melepas sepatu, suara mobil berhenti di halaman. Nayara menoleh lewat jendela, dan jantungnya berdegup ketika melihat sosok yang turun dari kendaraan itu: Ratna, ibunda Arga. Perempuan paruh baya itu melangkah anggun, mengenakan kebaya hijau tosca dengan kain batik. Wajahnya terawat, make-up tipis menutupi kerutan usia. Namun, alisnya mengerut sejak pertama kali kakinya menjejak lantai teras.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD