Sejak malam kepulangannya dari rumah Tisvara, Nayara berusaha menjaga jarak dari Arga. Ia tidak lagi menatap lama-lama ke arah suaminya, tidak menanggapi godaan kecil yang biasa Arga lontarkan, dan sebisa mungkin mengalihkan perhatiannya pada anak-anak. Namun, ada satu hal yang terus mengusik pikirannya: Shanaya. Nama itu menempel seperti duri di dadanya. Malam-malam Nayara sering terjaga, menatap langit-langit kamar, bertanya dalam hati—benarkah kabar itu? Benarkah Shanaya mengandung anak Arga? Jika iya, berarti semua pengorbanannya selama ini sia-sia. Rasa penasaran yang bercampur sakit hati itu akhirnya mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Diam-diam, Nayara mencoba mencari tahu. Ia meminjam ponsel Shaila dengan alasan bermain game, padahal yang ia lakukan adalah mencari akun media so

