Shanaya dan Mahesa: Rahasia Gelap yang Terungkap.

1243 Words

Apartemen Mahesa malam itu remang-remang, hanya diterangi cahaya lampu gantung di ruang tamu yang temaram. Tirai jendela tertutup rapat, menahan gemerlap lampu kota di luar. Suara kendaraan jauh terdengar samar, bergabung dengan desah AC dan detak jarum jam di dinding. Shanaya duduk di sofa kulit, jemarinya menggenggam erat sebuah amplop putih. Napasnya memburu, d**a terasa sesak. Ia menatap amplop itu berulang kali seolah di dalamnya terdapat jawaban bagi semua rasa takut dan ambisinya. Mahesa berdiri tak jauh darinya, kemeja putihnya masih dipakai meski dua kancing atas sudah terbuka. d**a bidangnya naik-turun, mata yang biasanya dingin kini memancarkan campuran kemarahan dan obsesi. “Untuk apa kamu ke sini malam-malam?” Suaranya terdengar dingin, tajam. “Kita sudah sepakat, jangan se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD