59~SN

1413 Words

“Jadi, aku berangkat ke kantor sama pak Tejo,” ujar Mila memastikan lagi. “Terus Papa mau ke apartemen Mama dulu, sebelum ngantor.” “Betul!” jawab Gavin dengan wajah berseri-seri. “Ada surat-surat yang harus diambil dan diurus, karena pernikahannya harus segera didaftarkan, kan?” “Tapi, Mama mulai hari ini tinggal di rumah bareng kita, kan?” tanya Mila yang bertelungkup di tempat tidur. Ia melihat Kirana yang sedang sibuk memasukkan barang Gavin ke koper. Sementara itu, papanya hanya duduk santai di sofa sambil sesekali menatap ponselnya. Papanya itu, memang tidak pernah berubah. Tidak bisa apa-apa, kecuali bekerja dan mencari uang. “Harusnya begitu!” sambar Gavin. “Iya, kan, Ma? Harusnya, Mama mulai hari ini sudah tinggal sama Papa.” Mila terkikik geli mendengar panggilan Gavin pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD