58~SN

1523 Words

“Jalanmu, kok, beda, Mbak?” ledek Mila lalu tertawa lepas ketika Nila memberinya tatapan tajam. Bukannya berhenti, Mila justru kembali berceletuk. “Ih! Rambutnya juga belum kering bener itu. Hairdryer-nya rusak kali, ya, kebanyakan dipake.” “Awas kamu, ya!” ancam Nila kemudian duduk di sudut salah satu tempat tidur, di kamar yang ditempati Kirana dan Mila. “Nanti, beneran aku bawain lakban buat ngelakban mulutmu itu.” “Sudah, sudah,” ujar Kirana yang hanya bisa tertawa melihat perdebatan tersebut. “Jangan godain mbakmu terus, La.” Nila lantas mendesis pada Mila, sebelum akhirnya beralih pada Kirana yang sedang memilah beberapa pakaian. Sementara Mila, hanya berbaring di tempat tidur sambil menontot televisi. “Jadi, nanti malam mama beneran nikah sama papa?” tanya Nila yang tidak puas m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD