“Jangan dipaksain,” ujar Djiwa melihat Nila masih menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah. “Aku sudah bilang, urusan bersih-bersih serahkan sama bibik. Kamu tinggal telpon ke rumah, nanti bibik yang datang ke sini karena aku biasa seperti itu.” “Daripada aku nganggur, Mas,” ujar Nila sambil menjemur pakaian yang sudah dicuci di halaman belakang rumah. “Ini juga cuma jemur, nggak ikut nyuci. Nanti, kalau sudah masuk kerja, aku pasti minta bibik ke sini buat bersih-bersih.” “Kamu bisa ngerjain aku,” ucap Djiwa sambil merentangkan kedua tangan. “Terserah mau diapain, aku pasrah.” Nila menahan tawa melihat suaminya yang hanya duduk di kursi plastik, di teras belakang. “Kalau ngerjain Mas Djiwa, sih, nggak ada habisnya.” “Dan nggak bakal habis.” “Itu dia,” ujar Nila lalu tertawa. “Yang ada

