62~SN

1374 Words

“Aku berangkat, Ma,” pamit Mila setelah menyalami mama dan papanya secara bergantian. Tanpa berlama-lama, ia segera berlari kecil menuju mobil yang sudah menunggu di depan. Masuk ke dalam, lalu melaju menuju kantor. “Kita harus ke dokter,” ujar Kirana saat menatap Gavin. “Secepatnya.” “Dokter?” “Dokter kandungan, Mas.” Kirana memukul pelan d**a Gavin. “Aku sampe nggak mikir masalah hamil, kalau Mila tadi nggak tanya.” “Mila bercanda,” ujar Gavin menenangkan dan merangkul Kirana untuk masuk ke dalam rumah bersama-sama. “Ini bukan masalah bercanda atau nggak.” Kirana berhenti di ruang tamu, lalu melepas rangkulan Gavin. “Kita sudah berapa kali ... itu.” Gavin tertawa melihat wajah Kirana yang tiba-tiba merona. Usia mereka sudah tidak lagi muda, tetapi Kirana terlihat masih kikuk ketik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD