Darah di Balik Baja

1480 Words

Dunia di luar sana mendadak sirna. Detik ketika pintu baja Sektor 7 membentur lantai marmer dengan dentuman yang menggetarkan seluruh fondasi bangunan, suara badai dan rentetan peluru Kael berubah menjadi senyap yang mencekam. Hanya ada suara deru napas yang tersengal, bau mesiu yang menyengat, dan aroma logam dari darah yang mulai menggenang di lantai lobi yang mewah. Cahaya lampu darurat mulai menyala, membiaskan warna merah redup ke seluruh ruangan, menciptakan suasana mencekam yang seolah-olah mengukuhkan bahwa malam ini adalah malam penghakiman bagi semua orang di dalam mansion ini. "Virian! Buka mata lu, anjing! Jangan berani-berani lu mati di sini!" Zen meraung, suaranya pecah oleh adrenalin yang hampir meledakkan jantungnya dengan kepanikan. “Sialan.....!! Persetan dengan etika a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD