52 - Aku Hanya Aleandra

1206 Words

Aku menutup wajahku dengan tangan, malu dan terkejut. Bagian intiku benar-benar basah, bukti nyata betapa nyata mimpi itu bagiku. Bahkan dalam alam bawah sadarku, aku tidak bisa lari dari pria itu. Aku bangkit dari kasur, memaksakan diri ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku harus melupakan mimpi itu, melupakan gairah itu. Setelah berpakaian sederhana, aku kembali ke kamar. Aku melihat ponselku yang tergeletak di atas meja belajar. Layarnya menyala, dan aku tahu itu penuh notifikasi. Aku meraihnya. Benar saja, ada banyak sekali panggilan masuk dari Kalandra—belasan kali. Selain itu, ada beberapa pesan dan panggilan dari pihak kampus yang menanyakan keberadaanku. Aku sudah memasuki persiapan ujian. Aku menatap ponselku lama. "Kenapa dia harus menelepon sebanyak ini?" Aku mendesis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD