53 - Cucu Perempuan 🔥

1184 Words

Nenek tersenyum, lalu meninggalkan aku di ruang kecil itu. Aku memandang ke sekeliling. Dapur utama di luar sangat ramai, teriakan pesanan dan bunyi alat-alat masak terdengar keras, tetapi semua karyawan kafe sibuk pada urusan masing-masing. Mereka tampak profesional dan teratur. Aku berdiri di depan meja stainless steel yang dingin. Piring-piring, gelas, dan sendok yang baru saja ditinggalkan pengunjung sudah menumpuk, menunggu untuk dibersihkan. Aku merasa sedikit kikuk. Meskipun aku pernah bekerja di bar, aku selalu ditempatkan di bagian pelayanan, tidak pernah di belakang dapur. Ini pertama kalinya aku mengerjakan bagian cuci piring. Aku meraih botol sabun cair, menuang sabun cair ke dalam tempat spons. Saat busa mulai terbentuk, pikiranku melayang. Aku ingat betapa lelah dan menjij

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD