82 - Permainan Nenek Marine 🔥

1743 Words

Pagi harinya, aku turun ke ruang makan dengan langkah yang terasa sangat berat. Setiap kali paha bagian dalamku bergesekan, rasa sensitif dan sisa-sisa siksaan Kalandra semalam kembali terasa, mengingatkanku betapa tidak tuntasnya aku dibuat olehnya. Mataku terasa panas dan berat karena nyaris tidak tidur sama sekali setelah dia pergi meninggalkan balkon kamarku. Nenek Marine sudah duduk manis di meja makan, tampak segar dengan pakaian rumahannya yang elegan. Beliau menyesap teh dan langsung menoleh saat aku menarik kursi di depannya. "Selamat pagi, Alea," sapa Nenek. Namun, kerutan di dahinya langsung muncul saat menatap wajahku lebih dekat. "Ya ampun, Sayang. Kenapa mukamu muram begitu? Kantung matamu tebal sekali, kamu seperti orang yang kurang tidur." Aku tersentak, hampir saja m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD