19 - Merasa Amat Bersalah

1255 Words

Mobil melaju tenang, tidak ada musik, hanya suara AC dan desiran jalanan yang kami lewati. Tanganku ada di pangkuan, mencoba tidak terlalu canggung setelah semua yang terjadi semalam. Kalandra menyetir dengan satu tangan, tatapannya lurus ke depan, tak sekalipun mencoba menggoda seperti biasanya. Sikapnya hari ini jelas berbeda. Kupikir dia akan menyentuhku lagi, akan bermain-main lagi dengan batas antara candaan dan godaan. Tapi ternyata tidak. Ketika ia membungkuk sedikit ke arahku, aku menahan napas. Kupikir dia akan mencium—lagi. Tapi yang dia lakukan hanyalah membenarkan sabuk pengaman yang tadi sempat longgar dari tubuhku. Lalu dia kembali duduk, tangannya kembali menggenggam kemudi. Aku tertegun. Mataku memandangnya sebentar. Dia merasakannya. Tanpa menoleh, ia bertanya, suara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD