87 - Kamu Terlalu Baik ❤️

1684 Words

Gairah yang semula membumbung tinggi, menyelimuti setiap inci ruangan dengan aroma maskulin Kalandra dan desahan pasrahku, mendadak membeku. Di tengah suasana panas di mana jemari Kalandra sudah mulai menjelajahi area paling sensitifku, bersiap untuk penyatuan yang paling dalam, sebuah suara nyaring membelah keheningan rumah besar itu. Ding Dong! Suara bel itu bagaikan sirine peringatan yang menghantam kesadaranku dengan keras. Aku tersentak, mataku membelalak lebar menatap langit-langit ruang tamu yang remang. Jantungku yang tadinya berpacu karena nikmat, kini berdegup karena ketakutan yang luar biasa. "Om... berhenti," bisikku dengan napas yang masih tersenggal. Kalandra sempat terdiam sejenak, wajahnya masih terbenam di leherku, napas panasnya menerpa kulitku yang memerah. Dia tampa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD