66 - Aku Berhak Bahagia 🔥

1426 Words

Napas kami masih memburu, mengisi keheningan ruang tamu yang remang. Kalandra tidak melepaskanku. Dia masih mengurungku di antara tubuhnya yang kokoh dan dinding dingin, seolah takut aku akan menghilang jika dia melonggarkan sedikit saja pelukannya. Keringat menetes dari pelipisnya, jatuh ke bahuku yang terbuka. Dia menunduk, menempelkan keningnya ke keningku, matanya yang gelap menatap lurus ke dalam mataku, tatapan yang menelanjangi jiwa, bukan hanya tubuh. "Lihat aku, Alea," perintahnya, suaranya parau dan berat, sisa-sisa gairah masih menebal di sana. Aku mendongak, jemariku masih mencengkeram erat kemejanya yang sudah berantakan. Kakiku gemetar, lemas, hingga satu-satunya yang menahanku tetap berdiri hanyalah kekuatannya. "Kamu..." Aku mencoba bicara, tapi suaraku hilang. Kalandr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD