52. Kembali pada Keluarga Kecil?

1491 Words

Suasana di ruang kerja Dewangga mendadak senyap, hanya menyisakan deru halus pendingin ruangan. Oetman berdiri tegak di depan meja besar jati itu, sementara Dewangga menatap lembaran kertas di tangannya dengan intensitas yang seolah bisa membakar dokumen tersebut. ​Mata Dewangga terpaku pada satu poin di dalam laporan tebal itu. Alisnya bertaut rapat, dahinya berkerut dalam saat membaca riwayat pekerjaan wanita bernama Henritta itu. ​“Dia pernah bekerja di anak cabang perusahaan Langston?” tanya Dewangga, suaranya rendah namun penuh selidik. ​Oetman mengangguk kecil, wajahnya tetap datar namun profesional. “Benar, Tuan. Kurang lebih sekitar dua tahun. Dan di awal tahun ketiga, dia mendapat sebuah masalah. Henritta dituding menggelapkan uang perusahaan dan dipecat secara tidak hormat. Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD