34. Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

1243 Words

Dewangga mengunci tatapan Aruntala, jemarinya perlahan mengusap air mata yang masih tersisa di pipi wanita itu. Suaranya melunak, kehilangan nada dingin yang biasanya ia gunakan untuk menghadapi dunia luar. Kini, hanya ada kejujuran yang telanjang di antara mereka, di tengah keheningan kamar bayi yang terasa begitu intens yang hanya menjadi milik keduanya. ​“Kau tahu, Aru...” Dewangga menjeda sejenak, seolah sedang memutar kembali memori pertama mereka. “Aku terpesona saat pertama kali melihatmu di ruang bayi hari itu.” ​Aruntala tertegun, napasnya tertahan. Ia ingat hari itu, saat di mana ia tidak peduli pada siapapun ayah dari bayi yang suster Anna katakan dan tetap melangkah untuk menyusui Elnino. ​“Melihat kau menyusui Elnino dengan begitu tulus dan lembut,” lanjut Dewangga, tatap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD