Kepanikan menjerit di seluruh sel dalam tubuh Bumi, didapatinya kabar bahwa Buana dilarikan ke rumah sakit, membuat dia tergesa pada setiap geraknya. Beruntung, akal sehat Bumi terkendali sehingga dia bisa menyampaikan maksud izin perginya kepada sang atasan dengan baik. Menunjukkan sebuah pesan masuk dari mama mertua, yakni foto ruang bersalin yang kelak Bumi diharap langsung pergi ke sana. Menjelang sore itu langkah Bumi berderap berantakan, tetapi begitu pasti melewati satu demi satu petak keramik. Sebelumnya, dia sudah melampaui jalanan yang panjang dan nyaris dijebak kemacetan. Namun, kuasa Tuhan membuatnya terhindar dari kesengsaraan di jalanan kala detak jantung pun berteriak ingin lekas tiba di tujuan. Oh, meeting sialan. Bumi jadi melewatkan beruntun panggilan, yang tersisa hany

