131 || Jilid 2: Orang Tua Prematur

1078 Words

"Masya Allah. Cantik banget anaknya." Bumi tersenyum, menatap bayi yang sedang dia gendong sehabis akikah. Keluarga besar Semesta masih berkumpul di sini, di rumah mertua Bumi. Satu per satu mereka lalu pamit undur diri. "Tapi kenapa harus Rimbun, sih, Bum, namanya?" Ini Mars. Masih saja protes dia. Kan, suka-suka Bumi. Buana saja pasrah. Perihal nama bayi perempuan yang dia namai Rimbun Gempita Semesta. "Dipanggilnya, kan, Gempita," kata Bumi. "Iya, sih. Tapi kalau ada Rimbunnya, kan ...." Sampai tidak Mars lanjutnya. Bumi lalu menatap sang kembaran. "Apa? Kenapa kalau ada Rimbunnya? Itu artinya bagus, kok. Melambangkan kelebatan, keberlimpahan, tanda alam subur. Digabung dengan Gempita yang berarti kegembiraan, plus keberanian." Padahal sudah Bumi jelaskan tadi saat acara akikah,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD