132 || Jilid 2: Sefrekuensi [END]

1489 Words

"Ini anaknya, Mas? Yang kemarin lahir itu, kan?" Bumi menoleh, mendapati satu demi satu rekan kerjanya mendekat, melihat ponsel Bumi yang sedang melakukan video call dengan anaknya. Video call itu Bumi lakukan di jam istirahat sambil makan bekal buatan Buana. "Oh, iya. Ini anak saya." "Lucu banget! Udah bisa tengkurep, ya? Berapa bulan ini, Mas? Perasaan baru juga kemarin lahir." "Nggak kerasa, ya, waktu secepet itu berlalu?" imbuh lainnya. "Lima bulan." Bumi senyum melihat anaknya yang kini menatap kamera, jadi berasa berpandangan di layar. Membuat yang sedang menonton, selain dirinya, menyapa 'halo, Dek' bersama-sama. "Aaa ... lucu kali dia! Mau satulah aku yang macam itu. Boleh kubawa pulang bapakmu nggak ini, ya, Dek?" "Heh!" Mereka bergurau, bersama-sama tertawa. Bumi saja y

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD