Andre pulang lebih malam dari biasanya hingga membuat Evan menatapnya tak suka. Tapi Andre cuek saja mencium kening putra sulungnya yang sudah siap tidur. “Papa mau mandi dan makan dulu. Kamu tidurlah dulu. Nanti Papa cek PR-mu setelah makan. Sudah dikerjakan semua kan?” “Aku gak punya PR,” Evan melipat kedua tangannya di depan d**a. “Calon CEO gak baperan begitu. Papa kalau telat pulang karena memang ada yang harus diurus, bukan karena sesuatu yang gak penting.” “Papa udah janji akan pulang cepat dan kita discuss soal PR aku.” “Sorry. Rapat tadi benar-benar gak bisa Papa wakilkan pada yang wakil. Nanti Papa cek, besok pagi sebelum berangkat kita discuss-nya, okay?” “Terserah Papa. Aku ngantuk,” Evan memiringkan tubuhnya membelakangi ayahnya. Andre hanya mengangkat bahu kemudian men

