Maura membuka laptop sambil berpikir keras. Di sisinya, Ayra baru saja terlelap di tempat kasur mungil di atas sofa. Ia hanya sendirian bersama para asisten rumah tangga. Andre masih di kantor. Evan di sekolah. Mami dan Papi mertuanya tadi pergi berdua. Maura menghela napas. Penjualannya tak sebanyak biasanya. Ada penurunan yang lumayan signifikan. Bagaimana caranya ia nanti bisa menutup semua operasional? Maura mengecek ulang semua laporan, merasa ada yang janggal tapi ia tak tahu dimana kejanggalannya. Stok barang dengan penerimaan ada yang tidak matching. Tapi ia belum bisa menemukannya. Dia akhirnya menelpon tantenya. Sudah empat bulan ini, tantenya itu pindah tinggal di Bali mengelola bisnis resto bersama suaminya. “Hai Sayang, apa kabar?” “Baik, Tan. Tante Indi apa kabar?” “Bai

