Bab 167: Apartemen Baru

1207 Words

“Papa, kayaknya gak ke sini deh jalan ke apartemen kita,” kata Evan memperhatikan sekelilingnya saat mereka sudah berada di mobil yang membawa mereka dari bandara. “Ke sini kok,” kata Andre. “Apartemen yang lain lagi, Pa?” Maura memastikan. Andre tersenyum. “Papa beli lagi? Yang waktu itu kita lihat enggak, Pa?” mata Evan berbinar. Andre terkekeh. Dia memang pernah melihat-lihat apartemen yang lebih besar bersama Evan saat anak itu mengikutinya ke Singapur. “Pemborosan,” keluh Maura. “Itu namanya investasi, Sayang,” bela Andre. “Suamimu kebanyakan nganggur kayaknya uangnya,” kata ayah Maura. Andre hanya tertawa. “Persiapan, Yang, siapa tahu kamu mau diajak tinggal di sini.” “Aku mau, Pa,” Evan yang bersemangat mengiyakan. “Tuh. Evan aja semangat.” Dan Evan memang yang paling b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD