S2: MILIK KITA

2114 Words

“Oncle… nanti kita belok sana,” ujar Léon yang meliukkan tangannya ke arah kanan. Livio menahan setir, melirik bocah itu dari kaca spion. Léon duduk tepat di belakangnya, kedua kakinya menendang-nendang pelan, tatapannya fokus ke luar jendela. “Apa kamu yakin?” tanya Bruno seraya menoleh ke belakang. “Iya,” jawab Léon. “Kalau lewat sana, nanti macet. Terus kita telat. Ranier dan Rosé nunggu.” Livio terkekeh. “Bukan macet, tapi kita akan salah jalan kalau tidak belok...” Ia memutar setir. “...di sini.” Belle tersenyum. “Maman bangga sekali denganmu. Kamu hafal jalannya sekarang?” Léon mengangguk. “Aku hafal. Ini jalan kita hari Rabu.” “Hari Rabu dan Jumat,” koreksi Belle. “Iya,” sahut Léon. “Hari Rabu dan Jumat. Sore.” Gyan menghela napas pendek. “Sejak kapan bayi singa Papa jadi s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD