“Tertangkap!” seru Gyan sambil mengangkat Léon ke bahunya. Tawa geli itu meletup, lengannya menjuntai di punggung Gyan. “Papa!” Léon cekikikan. “Turunkan aku!” “Tidak bisa,” jawab Gyan santai. “Kalau Papa turunkan, Maman keburu cemberut. Nanti Maman tidak mau masak pasta enak buatmu lagi.” “Aku sudah makan pasta,” sanggah Léon. “Tapi kamu belum ganti baju,” balas Gyan. “Pakai bajumu dulu, baru setelahnya kita berangkat.” “Ke mana?” tanya bocah itu lagi. “Ke rumah sakit.” Léon berhenti tertawa. “Menemani Maman?” “Iya.” “Aku tidak sekolah?” “Tidak.” “Kenapa?” “Karena hari ini Rabu.” Léon mengangguk mantap, seolah itu penjelasan paling masuk akal di dunia. “Oke.” Ia tersenyum sumringah. “Rabu itu libur.” “Benar,” sahut Gyan. “Rabu, sekolah libur.” Tiga tahun berselang sejak kel

