S2: MENAKAR CINTA

1803 Words

"Hmm," gumam Rosé begitu suapan selanjutnya masuk ke mulut mungilnya. "Enak?" tanya Belle. Gadis kecil itu mengangguk-angguk, lalu mencengir lucu. "Aku mau lagi, Maman," ujar Léon, menyodorkan piringnya yang kosong. "Aku, Maman," timpal Ranier. Juga mengulurkan piringnya. "Biar Papa yang ambilkan," ujar Gyan. Ia baru bergabung di ruang makan setelah mandi. Piring kedua putranya ia ambil, lalu ia bawa ke meja dapur untuk ia tambahkan kentang panggang bikinan Belle. "Papa!" seru Rosé. Gyan menoleh, mendapati putrinya tersenyum padanya. Pandangannya turun sedikit ke piring masih tersisa satu per tiga porsi di sana. Senyum Gyan mengembang. "Rosé!" balasnya. Pagi itu dimulai dengan riang. Tak ada yang tergesa. Tak ada yang menangis. Bahkan dapur terasa rapi, meski lantainya mas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD