S2: RASA AMAN

1608 Words

“Ranier selalu ceria, baginya yang penting ada orang terdekat di dekatnya. Saat Léon sekolah pun ia tak rewel,” ujar Belle. Ia lalu menyesap kopinya, menatap hangat ke Ranier yang tengah menunggu Gyan membuatkan sketsa untuk diwarnai. “Tapi, Rosé masih menempeliku, Maman. Kemarin aku membawanya ke butik, dan akhinya pulang dua jam setelahnya.” “Sewaktu di panti? Apakah begitu juga?” tanya Edith. “Staf di sana bilang, Rosé selalu menangis jika Ranier tak terlihat olehnya. Dan tak seperti anak-anak yang lain, Rosé tak banyak berceloteh. Seolah ia hanya mau banyak bicara dengan Ranier, juga Léon.” Gyan yang memberi penjelasan. Edith mengerutkan keningnya. “Kalian sudah mengkonsultasikan ini dengan dokter anak?” Ia lalu menatap Rosé yang asik menyapukan kuas ke kanvas bersama Giselle. “Mesk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD