S2: SINGA KECIL

2457 Words

“Apa ada sesuatu yang bisa membuatmu jelek?” tanya Gyan begitu Belle muncul dengan baju pasien. “Saat kamu menyebalkan,” jawab Belle seraya tersenyum. “Justru, setiap kali aku menyebalkan, kamu terlihat semakin cantik.” Belle melirik tajam, Gyan terkekeh singkat. “Masih nyeri, love?” tanya Gyan kemudian. “Sedang reda,” jawab Belle. “Pegal?” “Itu tak pernah hilang. Mungki karena bayi kita juga semakin mendekat ke jalan lahir.” Ruang bersalin itu terasa hangat dan tertata. Lampu-lampunya tak menyilaukan, cahayanya memantul lembut di lantai kayu dan dinding berwarna netral. Tempat tidur berada di tengah ruangan, sudah disiapkan rapi, dengan selimut bersih dan sandaran yang bisa diatur. Di satu sisi terdapat kursi empuk dan meja kecil, di sisi lain lemari kayu dan wastafel. Jika diliha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD