Perlindungan Seorang Abimana 🔥

1560 Words

Keesokan paginya, sinar matahari menerobos masuk melalui celah gorden blackout yang tidak tertutup sempurna. Abimana sudah bangun lebih dulu, namun ia tidak langsung beranjak. Ia menghabiskan waktu tiga puluh menit hanya untuk memandangi wajah tenang Tiara yang masih terlelap. Bekas kemerahan di leher istrinya adalah karya seninya semalam, sebuah tanda kepemilikan yang membuatnya merasa puas. Namun, getaran ponsel di nakas menghancurkan momen itu. Layar menunjukkan sepuluh panggilan tak terjawab dari sekretaris pribadinya dan belasan pesan singkat yang masuk. "Ada apa, Bastian?" ucap Abimana dari ujung telepon. "Tuan, dewan direksi sudah menunggu di ruang rapat. Imbas dari kepergian Tuan semalam membuat saham anak perusahaan sedikit fluktuatif karena rumor yang beredar." Abimana m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD