Uap panas yang menyelimuti kamar mandi itu kini terasa semakin menyesakkan, seolah oksigen di sana telah habis terbakar oleh ketegangan seksual yang meluap. "Mas Abi...." Abimana, dengan segala keperkasaan fisiknya, berdiri seperti dewa Yunani yang dipahat dari batu granit. Air yang mengguyur tubuhnya mempertegas setiap definisi otot di d**a dan perutnya yang six-pack sempurna. "Um, mau ngapain masuk segala, Mas," ucap Tiara sambil menahan getaran melihat pemandangan surga di depannya. Tiara menatap suaminya dengan pandangan yang tidak lagi hanya sekadar cinta, melainkan pemujaan yang gila. Matanya turun ke bawah, mengikuti aliran air yang meluncur dari perut Abimana menuju pusat kejantanannya. "Mas, kamu —" Di sana, di balik celana kain yang kini basah kuyup dan mencetak segalan

