(Biantara) - Ganti Rugi Pelecehan

1257 Words

Biantara berdiri di depan jendela kaca apartemennya yang menghadap langsung ke arah lampu-lampu Manhattan yang mulai meredup. Ia masih mengenakan kemeja yang sama dengan malam tadi, hanya jasnya saja yang sudah tersampir sembarangan di sofa. Jemarinya berulang kali menyentuh bibir bawahnya, lalu ia mendesah tajam dengan rahang yang mengeras. "Apa maksudnya?" gumam Biantara pada keheningan ruangan. Pikirannya yang biasanya setajam silet kini terasa tumpul. Ia mencoba membedah motif di balik tindakan Aruna semalam, namun tidak ada satu pun alasan logis yang masuk akal baginya. Jika itu hanya sekadar bentuk terima kasih, jabat tangan atau ucapan formal sudah lebih dari cukup untuk standar profesional mereka. "Dia sengaja menekan ciumannya," bisik Biantara lagi. Ia teringat detik-d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD