Tiara segera merapikan tatanan rambutnya dengan terburu-buru, mengabaikan protes kecil dari terapis yang belum selesai memberikan sentuhan akhir. Ia mencium pipi Vanila kanan dan kiri dengan gemas. "Van, aku duluan ya! Singa obsesif itu sudah di depan. Aku janji bakal main ke rumahmu buat Ardan nanti, tapi ya itu... kalau suamiku yang menyebalkan itu kasih izin," bisik Tiara sambil mendengus geli. Vanila terkekeh. "Sabar, Ra. Itu tandanya dia sayang." "Sayang sih sayang, Van. Tapi semenjak jadi ayah, Mas Abi itu makin aneh-aneh tingkahnya. Kadang manja banget kayak bayi gede, tapi sedetik kemudian bisa jadi protektif yang bikin aku mau mati gaya." Vanila kehabisan kata-kata, dia tertawa geli. "Entahlah, hormon ayah baru mungkin lebih parah dari hormon ibu menyusui!" celetuk Tiara asa

