Ketidaksempurnaan Tiara Yang Melengkapi Abimana 🔥

1936 Words

Pagi masih jauh dari cahaya. Di kamar utama yang hangat oleh perapian, Tiara terbangun perlahan. Sisi tempat tidur di sebelahnya dingin. Abimana tidak ada di sana. Dari ruang kerja sebelah, terdengar suara laki-laki itu. Suara rendah dan tegas yang hanya muncul ketika ia sedang mengatur strategi besar. Dunia mungkin sedang ia kendalikan, sementara Tiara memeluk lututnya di antara selimut kasmir. Kamar itu tidak sepi, tapi terasa kosong. Ia menghela napas pelan. Bayangan USG semalam kembali muncul. Detak jantung mungil yang stabil. Putra mereka. Bukan lagi sekadar harapan, tapi kehidupan nyata. Tiara tersenyum tipis, lalu menatap perutnya. Perut yang datar. Perut yang seharusnya menampung semua keajaiban itu. Ia mengusapnya pelan, gerakan yang lembut tapi penuh rasa kehilangan. Perl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD