Rencana Matang Sang Abimana 🔥

1544 Words

Ciuman Abimana di bawah cahaya lilin tidak terputus. Itu semakin dalam dan menuntut, mencerminkan janji yang baru saja terukir di langit Alpen. Gelas kristal di tangan Abimana diletakkan dengan hati-hati di meja marmer. Jari-jarinya segera meluncur ke ritsleting gaun sutra Tiara. "Kita sudah selesai dengan pesta, Ratu," bisik Abimana di antara ciuman mereka, suaranya dipenuhi gairah yang kuat. "Sekarang, kita rayakan kemenangan ini dengan cara yang paling pribadi." Tiara mendongak, matanya berkobar penuh persetujuan. "Aku milikmu, Mas. Malam ini dan selamanya. Aku mau semuanya." Gaun sutra crème itu meluncur jatuh ke lantai karpet putih, meninggalkan Tiara hanya mengenakan renda tipis. Abimana tidak menunggu lagi. Ia mengangkat Tiara, membiarkan tubuh Tiara melingkar di pinggangnya, dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD