(Biantara) - Musuh Dalam Selimut

1177 Words

Kegelapan di koridor ICU terasa semakin menekan. Lampu darurat berwarna kemerahan memantul di dinding dan lantai marmer, menciptakan bayangan panjang yang bergerak setiap kali seseorang bergeser. Namun bagi Biantara, tekanan terbesar bukan berasal dari suasana mencekam itu. Tekanan paling nyata ada pada tablet di genggamannya. Layar kaca di tangannya memantulkan cahaya merah samar, memperjelas garis tegang di wajahnya. Kode demi kode enkripsi bergerak cepat di layar, menandakan sistem keamanan yang baru saja ia aktifkan. Ia berdiri di samping Alvaro yang mendadak mematung. Biantara sempat melirik pria tua itu dari sudut matanya. Selama ini Alvaro dikenal sebagai pemimpin De Luca yang tak pernah goyah, pria yang tetap tenang bahkan ketika peluru beterbangan. Namun malam ini berbeda. Ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD