Aturan Nafsu Sang Mafia 🔞🔥

1513 Words

Setelah sesi pemujaan yang intens di kamar mandi, Abimana dan Tiara tertidur pulas kembali di ranjang yang kini terasa dingin dan segar. Ketika sore menjelang, mereka bangun dengan energi penuh. Keintiman pagi itu telah menghilangkan sisa-sisa kelelahan dan ketegangan. Mereka makan sore di teras, menikmati matahari terbenam yang melukis langit Fiji dengan warna oranye dan ungu. Tiara bersandar di d**a Abimana, tangannya melingkari perut keras suaminya. “Mas,” panggil Tiara, suaranya manja. “Kamu benar-benar tidak keberatan hanya memuaskanku seperti itu? Maksudku, tanpa… penetrasi?” Abimana mencium puncak kepala Tiara, pandangannya lurus ke cakrawala. “Dengarkan aku, Ratu,” ujar Abimana, nadanya tenang namun penuh otoritas yang tak terbantahkan. “Bagiku, kenikmatan itu tidak selalu tenta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD