Guncangan keras menghantam badan pesawat saat mereka menembus awan badai tebal di atas perairan Selat Sunda. Abimana tetap berdiri kokoh tanpa berpegangan. Tangannya menggenggam erat gagang telepon satelit khusus yang terhubung langsung dengan saluran keamanan tingkat tinggi. Suara statis berbunyi pelan sebelum kepala pengawal di Jakarta kembali bersuara. "Tuan Abimana, kami punya laporan baru dari rumah sakit," lapor pengawal itu. "Katakan," perintah Abimana singkat. "Nyonya Muda baru saja jatuh pingsan di lorong IGD." Jantung Abimana berdegup kencang. Urat di lehernya langsung menonjol menahan gejolak emosi yang mendadak meledak. "Apa yang terjadi pada putriku?" tanya Abimana dengan suara sangat dingin dan mengancam. "Kenapa dia bisa pingsan?" "Beliau kelelahan dan mengalam

